Berita

Gambar Berita

Amalan Yang Di Cintai Allah SWT

Ditulis oleh: Ramlan, S. Ag Dipublikasikan: 02 Maret 2026

MATERI KULIAH TUJUH MENIT: AMALAN TERUS-MENERUS YANG DICINTAI ALLAH SWT DAN RAMADHAN SEBAGAI MADRASAH KETAQWAAN
 
Disampaikan di Masjid Al Mujahidin, Pasca Shalat Zuhur
 
 
 
Pembuka
 
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Saudara-saudara sekalian, amalan yang dicintai Allah SWT bukanlah yang besar-besar namun hanya sesekali, melainkan yang dilakukan secara terus-menerus meskipun dalam jumlah sedikit. Hal ini menjadi pondasi penting dalam membangun ketakwaan kita, dan bulan Ramadhan yang akan tiba insyaallah bisa menjadi madrasah yang sempurna untuk mengasah kebiasaan ini.
 
1. Amalan Terus-Menerus Dicintai Allah SWT
 
Pokok Pikiran: Allah SWT lebih mencintai amalan yang sedikit namun konsisten daripada amalan banyak namun tidak berkelanjutan.
 
Dalil-dalil yang Mendukung:
 
- Hadis Riwayat Bukhari dan Muslim: Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:
"Tidaklah seorang hamba melakukan suatu amalan kecil atau besar melainkan tertulis untuknya dengan baik. Kemudian Allah SWT menghapus kesalahan-kesalahannya. Kemudian jika ia melakukan amalan sunnah sedikit sedikit secara terus-menerus, Allah SWT akan menulisnya sebagai pahala kebaikan yang banyak." (HR. Bukhari no. 6496 dan Muslim no. 1699)

- QS. Al-Baqarah [2]: 152:
"Hendaklah kamu mengambil pelajaran daripadanya, dan hendaklah kamu bertaqwa kepada-Ku, wahai orang-orang yang berakal."
Ayat ini mengingatkan kita untuk tidak hanya beramal sesekali saat merasa semangat, melainkan mengambil pelajaran untuk membuat amalan menjadi kebiasaan yang terus-menerus.

- Hadis Riwayat At-Tirmidzi:
"Amalan yang paling dicintai oleh Allah adalah yang paling terus-menerus, meskipun sedikit." (HR. At-Tirmidzi no. 2816, dinilai shahih oleh Syaikh Al-Albani)
 
2. Contoh Amalan Terus-Menerus yang Mudah Dilakukan
 
- Membaca Al-Qur'an setiap hari meskipun hanya beberapa ayat

- Berdoa setelah shalat fardhu

- Memberikan sedekah sedikit setiap hari (bahkan sekadar memberikan air minum kepada orang yang haus)

- Mengucapkan kalimat tasbih, tahmid, dan takbir secara teratur

- Menjaga hubungan baik dengan keluarga dan tetangga setiap hari
 
3. Ramadhan Sebagai Madrasah untuk Keberlanjutan Amalan
 
Bulan Ramadhan adalah waktu yang penuh berkah, di mana kita diajarkan untuk mengatur diri, bersabar, dan meningkatkan ibadah. Ini menjadi kesempatan ideal untuk membentuk kebiasaan amalan yang terus-menerus.
 
Dalil-dalil yang Mendukung:
 
- QS. Al-Baqarah [2]: 185:
"Bulan Ramadhan adalah bulan yang di dalamnya diturunkan Al-Qur'an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil)."
Ayat ini menunjukkan bahwa Ramadhan adalah waktu untuk belajar dan mengamalkan ajaran Al-Qur'an, yang seharusnya menjadi kebiasaan sepanjang tahun.

- Hadis Riwayat Muslim: Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:
"Barangsiapa yang berpuasa Ramadhan karena iman dan mengharapkan pahala, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu." (HR. Muslim no. 1152)
Pahala yang besar ini seharusnya menjadi motivasi untuk terus menjaga kebaikan yang telah dipelajari di bulan Ramadhan.
 
Langkah Mengubah Ramadhan Menjadi Madrasah Kebaikan:
 
1. Tentukan satu atau dua amalan kecil yang akan Anda lakukan secara teratur selama Ramadhan.

2. Lakukan amalan tersebut pada waktu yang sama setiap hari agar menjadi kebiasaan.

3. Setelah Ramadhan berakhir, lanjutkan amalan tersebut dan tingkatkan secara bertahap.

4. Ajarkan kepada keluarga dan teman agar bersama-sama menjaga keberlanjutan amalan.
 
Penutup
 
Saudara-saudara sekalian, marilah kita manfaatkan bulan Ramadhan yang akan tiba sebagai momentum untuk membangun kebiasaan amalan yang terus-menerus. Ingatlah bahwa setiap amalan kecil yang kita lakukan secara konsisten akan menjadi bukti kecintaan kita kepada Allah SWT.
 
Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Bagikan berita ini: