Berita
Berkah Hidup Terasa Indah
CERAMAH SETELAH SHALAT ZUHUR
Masjid Al Mujahidin | Kamis, 26 Februari 2026
Oleh Ustadz Endi As'ad
Bismillahirrahmanirrahim, sahabat-sahabat sekalian yang dirahmati Allah SWT. Pada kesempatan yang berbahagia ini, mari kita renungkan makna hidup yang sesungguhnya, karena hanya dengan itu berkah hidup akan terasa indah bagi kita semua.
Allah SWT telah menciptakan jin dan manusia dengan tujuan yang jelas, sebagaimana firman-Nya dalam QS. Adz-Dzariyat ayat 56: "Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku." Ini menjadi dasar bahwa hidup kita bukanlah untuk bermain-main atau hanya mengejar kesenangan duniawi semata, melainkan untuk hidup untuk beribadah kepada Sang Pencipta. Bahkan dalam QS. Al-Mu’minun ayat 115, Allah mengingatkan kita bahwa kehidupan ini memiliki tujuan akhir, sehingga kita tidak boleh lalai dan lupa akan pertemuan dengan-Nya.
Sahabat-sahabat, kita harus menyadari bahwa setiap bernyawa pasti akan mati, dan kehidupan ini adalah rangkaian pergantian di antara manusia. Allah berfirman dalam QS. Ali Imran ayat 140: "Dan hari-hari itu, Kami pergilirkan di antara manusia." Pergantian ini bisa datang dalam bentuk kesusahan dan kesenangan, kekayaan dan kemiskinan—semua itu adalah ujian yang mengingatkan kita bahwa hidup di dunia ini hanyalah sementara. Kita juga harus ingat bahwa mungkin saja kita membenci sesuatu yang sebenarnya baik, atau menyukai sesuatu yang buruk, karena hanya Allah yang mengetahui segala sesuatu dengan jelas sebagaimana tercantum dalam QS. Al-Baqarah ayat 216.
Perlu kita pahami bahwa kita berbeda dengan makhluk lain seperti iblis. Ibnu ‘Abbas meriwayatkan bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda bahwa Allah tidak mati, sementara jin dan manusia akan mati. Hal ini sesuai dengan firman Allah dalam QS. Shaad ayat 79-81, di mana iblis meminta untuk ditangguhkan hingga hari Kiamat dan permintaannya dikabulkan. Berbeda dengan kita yang memiliki batasan waktu hidup, iblis akan terus hidup untuk menyesatkan. Oleh karena itu, kita tidak boleh menyia-nyiakan waktu yang telah diberikan, melainkan harus fokus pada perjalanan menuju akhirat yang kekal.
Sahabat-sahabat, kita juga harus waspada karena perjalanan keimanan bisa berubah sewaktu-waktu. Dari Abu Sa’id al-Khudri, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda bahwa ada orang yang terlahir kafir namun mati dalam keimanan, dan sebaliknya ada yang awalnya beriman namun akhirnya menyimpang menjadi kafir. Bahkan Allah berfirman dalam QS. An-Nisa’ ayat 137 bahwa orang yang beriman kemudian kufur berulang kali tidak akan mendapatkan ampunan dan petunjuk. Ini mengingatkan kita untuk selalu menjaga hati dan memperkuat iman kita setiap hari, jangan sampai kita merasa sudah cukup dan melupakan perintah-Nya.
Bagaimana cara kita memperkuat iman dan menjadi pribadi yang mulia? Jawabannya adalah dengan dekat kepada Al-Qur'an. Sebagaimana sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, orang yang menghafal dan mengamalkan Al-Qur'an akan dimasukkan ke surga, dimuliakan dengan kehormatan yang luar biasa, dan berteman dengan para malaikat yang mulia. Orang mulia dan hebat adalah mereka yang dekat dengan Al-Qur'an, karena Al-Qur'an adalah cahaya yang menerangi jalan hidup kita, memberikan kebijaksanaan dan ketenangan hati yang tak ternilai.
Akhirnya, kita harus selalu ingat bahwa setiap amalan yang kita lakukan harus memiliki tujuan yang benar. Amal shaleh adalah mencari Ridha Allah SWT, bukan untuk mencari pujian manusia atau mendapatkan keuntungan duniawi semata. Allah berfirman dalam QS. Al-Baqarah ayat 112 bahwa orang yang menyerahkan diri sepenuhnya kepada Allah dan berbuat baik akan mendapatkan pahala di sisi-Nya, tanpa rasa takut atau sedih. Demikian juga dalam QS. Al-'Ankabut ayat 69, Allah menyuruh kita untuk melakukan amal shaleh dan tidak mempersekutukan-Nya dengan apa pun.
Semoga kita semua diberikan kekuatan untuk menjalani hidup dengan tujuan yang benar, dekat dengan Al-Qur'an, dan selalu berusaha untuk mendapatkan ridha Allah SWT. Aamiin.