Berita
Kepala KUA Dorong DKM Masjid Al Mukarramah Jadi Benteng Akhlak Umat dan Generasi Muda
Kua-Ngl,. Kepala KUA Nanggalo Welhendri, MA menghadiri pengukuhan DKM Masjid al Mukarramah Surau Gadang sekaligus Halal Bihalal pada Ahad, 12/4. Hadir dalam kegiatan Ketua DMI Kota Padang Buya H Maigus Nasir, Camat Nanggalo, Ketua DMI Kec. Nanggalo, Lurah Surau Gadang dan puluhan jemaah serta remaja masjid. Serta tamu istimewa tokoh nasional Sekjen MUI Pusat Bapak H. Amirsyah Tambunan yang didaulat sebagai penceramah.
Suasana yang hangat dan penuh semangat mewarnai jalannya rangkaian acara. DKM Masjid Al-Mukarramah yang baru terbentuk dipimpin Boiziardi AS tampak hadir lengkap. Diselingi penampilan remaja melantunkan asmaul husna dan ceramah agama oleh Bapak H. Amirsyah Tambunan yang berkelas nasional menghadirkan semangat soliditas pengurus serta atensi jemaah yang hadir.
Sementara itu dalam pesannya, Kepala KUA Nanggalo, Welhendri menyampaikan banyak harapan, diantaranya.
1. Masjid Lebih dari Sekadar Bangunan
Pertama-tama, marilah kita panjatkan puji syukur ke hadirat Allah SWT. Hari ini kita berkumpul di rumah Allah ini bukan hanya untuk beribadah secara ritual, tetapi untuk memperkuat fondasi peradaban kita.
Masjid bukan sekadar tumpukan bata dan semen. Masjid adalah jantung umat. Jika jantungnya sehat, maka sehatlah seluruh tubuhnya. Begitu pula dengan masyarakat kita; jika masjidnya hidup dengan kegiatan positif, maka karakter masyarakatnya pun akan terjaga.
2. Benteng di Tengah Arus Zaman
Hadirin sekalian, kita hidup di era di mana arus informasi dan budaya luar masuk tanpa filter ke genggaman anak-anak kita melalui layar ponsel. Di sinilah peran masjid menjadi sangat krusial sebagai benteng akhlak.
Penyaring Budaya: Masjid harus menjadi tempat di mana nilai-nilai kejujuran, adab, dan kasih sayang diajarkan untuk menyaring pengaruh negatif dunia luar.
Tempat Berteduh Spiritual: Saat dunia luar menawarkan kesenangan semu, masjid harus menawarkan ketenangan batin yang hakiki.
3. Merangkul, Bukan Memukul Generasi Muda
Kepada para pengurus dan jemaah senior, mari kita jadikan masjid ini tempat yang ramah bagi anak muda.
Jangan hanya mengantar: Seperti pesan para guru kita, jangan hanya antar anak ke masjid lalu kita pulang. Dampingi mereka, beri mereka contoh bagaimana sujud yang khusyuk.
Berikan Ruang: Jika ada anak-anak yang sedikit berisik, jangan langsung dimarahi hingga mereka takut kembali. Rangkul mereka dengan kasih sayang, karena mereka adalah pemilik masa depan saf-saf di masjid ini.
4. Masjid yang Makmur dan Memakmurkan
Masjid yang hebat adalah masjid yang jemaahnya saling peduli. Melalui masjid, kita bangun kepedulian sosial agar tidak ada tetangga kita yang kesusahan. Inilah esensi dari "memakmurkan masjid"—tidak hanya ramai saat salat lima waktu, tapi juga ramai dengan kegiatan pembinaan karakter, diskusi ilmu, dan pemberdayaan ekonomi umat.