Berita

Gambar Berita

Kepala KUA Dorong Penguatan Moderasi Beragama dalam Pembinaan Umat di Milad Ke-43 MT Muslimat Al-Munawwarah Siteba

Ditulis oleh: Admin KUA Dipublikasikan: 24 November 2025

Kua-Ngl,- Majelis Taklim (MT) Muslimat Al-Munawwarah merayakan hari jadinya yang ke-43 dengan menggelar acara Milad di Masjid Raya Al Munawwarah Siteba pada Minggu, 23 November 2025. Acara ini dihadiri oleh Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Nanggalo, juga mewakili Kepala Kankemenag Kota Padang, yang dalam sambutannya secara khusus menekankan pentingnya moderasi beragama dalam upaya pembinaan umat menuju Indonesia yang berkeadilan.

Kepala KUA, Welhendri, mengapresiasi peran MT Muslimat Al-Munawwarah selama 43 tahun dalam meningkatkan kualitas keagamaan dan sosial masyarakat. Dalam kesempatan tersebut, ia menyoroti bahwa tantangan global menuntut setiap elemen umat untuk memegang teguh prinsip moderasi beragama.

"Moderasi beragama bukan berarti melemahkan keyakinan, namun bagaimana kita mampu bersikap adil, seimbang, dan toleran dalam mengamalkan ajaran agama di tengah masyarakat yang majemuk," ujar Kepala KUA. "Ini adalah kunci untuk mencapai Indonesia Berkeadilan, di mana setiap warga negara, tanpa memandang latar belakang agama, merasa aman, dihargai, dan mendapatkan hak yang sama."

Kepala KUA menegaskan pentingnya pembinaan umat sebagai pesan langsung Rasulullah saat beliau menjelang wafat, dimana kalimat terakhir yang beliau ucapkan adalah “ummati, ummati, ummati” artinya umat ku, umat ku, umat ku. Begitu penting umat dalam perjuangan dan visi Rasulullah dalam mensyiarkan Islam, sebagai pengajaran penting pula bagi kita hari ini, bahwa Islam hidup, tumbuh, dan maju dikehidupan umatnya. Didiklah umat dengan pendidikan yang memanusiakan, mempertinggi martabatnya dan kemaslahatannya.

Ia mendorong MT Muslimat Al Munawwarah untuk menjadikan konsep moderasi sebagai kurikulum utama dalam setiap pengajian dan kegiatan, fokus pada empat indikator utama moderasi, yaitu komitmen kebangsaan atau cinta tanah air, toleransi atau menghargai perbedaan, anti kekerasan yaitu menolak ekstremisme, dan akomodasi budaya lokal yaitu menerima tradisi positif.

Perayaan Milad ke-43 ini diisi dengan berbagai kegiatan, termasuk ceramah agama yang sampaikan H. Muhidi, Ketua DPRD Prov. Sumatera Barat serta penyerahan santunan kepada 20 orang anak yatim sebagai bentuk syukur. Ketua MT Muslimat Al Munawwarah, Martina Yushir, menyatakan komitmen majelis taklim untuk terus berkontribusi dalam pembinaan umat dan perhatian terhadap lingkungan dengan memberikan santunan bagi anak-anak yatim serta memberikan edukasi kaum wanita baik yang ada dilingkungan masjid al-Munawwarah maupun di luar lingkungan.

Acara ditutup dengan doa bersama, menandai harapan agar MT Muslimat Al Munawwarah terus istikamah dalam dakwah dan pembinaan umat, sejalan dengan visi pemerintah Kota Padang dalam memperkuat nilai-nilai agama dan adat di seluruh lini kehidupan masyarakat. (wel)

Bagikan berita ini: