Berita
KUA Nanggalo Mediasi Konflik Pengurusan Mushala Jihadul Muslimin Lapai, Sepakat Berakhir Damai
Kua-Ngl — Konflik internal terkait kepengurusan Mushala Jihadul Muslimin, Kelurahan Lapai, Kecamatan Nanggalo, akhirnya menemui titik terang. Melalui mediasi yang difasilitasi oleh Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Nanggalo, perselisihan tersebut resmi berakhir damai dalam rapat yang digelar pada Kamis (21/5/2026) malam di mushala setempat.
Rapat mediasi ini dihadiri oleh jajaran pengurus mushala, tokoh masyarakat, perwakilan warga, perangkat RT/RW dan Kelurahan serta pihak KUA Nanggalo yang bertindak sebagai mediator untuk menjembatani dualisme kepengurusan dan ketegangan yang sempat terjadi.
Kronologi Konflik: Berawal dari Transparansi Keuangan
Berdasarkan informasi yang dihimpun, riak konflik di tengah jamaah dan warga bermula dari munculnya kecurigaan terkait pengelolaan keuangan rumah ibadah tersebut. Warga menilai manajemen keuangan yang dijalankan oleh ketua pengurus tidak transparan dan cenderung diambil berdasarkan keputusan pribadi tanpa melalui mekanisme rapat yang semestinya.
Kondisi tersebut diperkuat oleh pengakuan dari bendahara Mushala Jihadul Muslimin. Diterangkan salah seorang tokoh warga (Uncu) beliau bertanya langsung kepada bendahara mushala, menurutnya bendahara mengaku selama ini tidak memegang dana kas secara langsung dan jarang dilibatkan dalam proses penyerapan anggaran maupun penggunaan dana kegiatan mushala. Hal inilah yang memicu mosi tidak percaya dari warga dan jamaah setempat. Begitu pula pengakuan ketua pengurus tentang hutang piutang di tokoh bangunan ternyata tidak terbukti. Ketua juga mengaku dana pribadi beliau banyak terpakai untuk membiayai kegiatan mushala akan tetapi jemaah tidak percaya sebab tidak bisa dibuktikan begitupun tidak ada saksi.
Karena itu menurut Uncu, warga melakukan gerakan tidak percaya kepada pengurus dengan mengadakan rapat warga, warga telah memutuskan untuk menunjuk kepengurusan baru dan pengurus yang dinyatakan tidak berlaku lagi. Seiring dengan itu warga meminta kepada pengurus lama untuk menyampaikan pertanggungjawaban keuangan mushala dan menjelaskan kepada warga dengan sejelas-jelasnya.
Adapun kepada KUA Nanggalo warga minta agar SK Kepengurusan pengurus yang aktif saat ini dibatalkan, serta memberikan rekomendasi penetapan pengurus yang baru dibentuk warga. Permintaan warga telah disampaikan secara tertulis kepada KUA Nanggalo.
Mediasi Berjalan Lancar dan Menghasilkan Solusi
Menyikapi potensi konflik yang dapat mengganggu kenyamanan beribadah dan kerukunan warga, KUA Nanggalo bergerak cepat dengan membangun komunikasi memanggil kedua pihak untuk meminta klarifikasi masalah yang terjadi dan tuntutan-tuntutan serta memfasilitasi pertemuan terbuka. Rapat yang berlangsung hangat tersebut menjadi wadah bagi semua pihak untuk mengklarifikasi dan meluruskan kesalahpahaman.
Kepala KUA Nanggalo, Welhendri, menyambut baik dan bersyukur upaya KUA memfasilitasi perdamaian dapat terwujud. Kepala KUA menyampaikan bahwa esensi dari pengelolaan tempat ibadah adalah amanah dan gotong royong. Oleh karena itu, keterbukaan administrasi menjadi kunci utama dalam menjaga kepercayaan umat.
Penyuluh Agama, Endi As’ad yang secara langsung hadir mewakili KUA sekaligus menjadi mediator pertemuan mengaku puas dan bangga terjadinya perdamaian, sehingga kembali lagi suasana nyaman dan harmonis dilingkungan mushala Jihadul Muslimin yang sempat hilang.
Endi menyampaikan bahwa seluruh kesepakatan rapat dan perdamaian yang tercipta nantinya dinyatakan dalam surat pernyataan bersama yang diketahui Lurah Lapai dan Kepala KUA Nanggalo. Surat pernyataan ini nantinya juga sebagai dasar pembuatan SK Kepengurusan yang baru.
Melalui diskusi dan musyawarah mufakat, pihak ketua pengurus dan perwakilan warga akhirnya sepakat untuk saling memaafkan dan melakukan pembenahan kepengurusan. Diantara kesepakatan yang ditetapkan adalah menerima pengunduran diri ketua pengurus yang lama, kas mushala diserahkan sepenuhnya kepada pengurus baru sesuai hasil rapat warga, tentang hutan piutang mushala diselesaikan sesuai asas kekeluargaan dan kepentingan bersama.
Belajar dari persoalan tersebut pengurus baru berkomitmen untuk lebih tertib administrasi, mengaktifkan kembali fungsi bendahara sebagaimana
mestinya, dan berjanji akan melaksanakan rapat rutin dalam setiap pengambilan keputusan strategis, termasuk penggunaan dana umat.
Komitmen Bersama Demi Kenyamanan Jamaah
Pertemuan malam itu ditutup dengan bersalam-salaman sebagai simbol kembali bersatunya seluruh elemen pengurus dan masyarakat Lapai. Warga pun mengapresiasi langkah cepat KUA Nanggalo dalam menengahi persoalan ini, sehingga keharmonisan antar-sesama jamaah Mushala Jihadul Muslimin dapat kembali terjalin erat menjelang aktivitas ibadah ke depan.