Berita

Gambar Berita

UINSA Surabaya Teliti Bimbingan Perkawinan di KUA Nanggalo dan Koto Tangah

Ditulis oleh: Sahrul, S. Sos. I Dipublikasikan: 09 Desember 2025

Padang, 9 Desember 2025 — Tim dosen dari Jurusan Hukum Keluarga/Ahwal Syakhsiyyah Fakultas Syariah Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya melakukan kunjungan observasi dan penelitian ke Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Nanggalo, Padang, sebagai bagian dari riset implementasi program Bimbingan Perkawinan (Bimwin) di Indonesia.

Kunjungan yang dipimpin oleh Dr. Holilur Rohman, M.HI., didampingi oleh Zaky Ismail, M.S.I., dan Moh. Bagus, MH., ini disambut hangat oleh Penghulu Ramlan bersama jajaran penyuluh agama dan staf KUA di ruang kerja Kepala KUA Nanggalo. Tim UINSA juga didampingi oleh Wakil Dekan Fakultas Syariah UIN Imam Bonjol Padang, Prof. Dr. Abrar, yang baru saja dikukuhkan sebagai Guru Besar dalam bidang Politik Ilmu Islam.

Mendalami Implementasi dan Dampak Program Bimwin
Kegiatan ini bertujuan untuk mendapatkan data lapangan secara langsung terkait pelaksanaan program Bimwin di Sumatera Barat. Secara spesifik, penelitian ini berfokus pada:
Mengetahui implementasi program Bimbingan Perkawinan dalam membentuk keluarga sakinah di Indonesia.
Mengetahui dampak program Bimwin dalam membentuk keluarga sakinah di Indonesia.

Mengetahui tantangan dan faktor pendukung dalam pelaksanaan program Bimbingan Perkawinan.

Mengetahui strategi yang digunakan dalam pelaksanaan Bimbingan Perkawinan selama ini.

Mengetahui strategi atau model alternatif untuk meningkatkan kualitas dan dampak program Bimbingan Perkawinan.

Sebelumnya, tim telah melaksanakan dua kali Focus Group Discussion (FGD). FGD pertama dilakukan bersama para pasangan yang telah mengikuti program Bimwin. Sementara FGD kedua melibatkan pemangku kepentingan seperti Kepala KUA, ninik mamak (pemangku adat), BP4, Dinas Kesehatan/Puskesmas, dan BKKBN.

Kunjungan hari ini merupakan agenda observasi dan site visit di KUA yang menjadi sampel penelitian, yaitu KUA Kecamatan Nanggalo dan KUA Kecamatan Koto Tangah.

Masukan dari KUA Nanggalo: Integrasi Budaya Lokal
Dalam sesi dialog, tim UINSA mengamati langsung proses administrasi pernikahan, mekanisme pelaksanaan Bimwin, serta metode penyampaian materi kepada calon pengantin. Tim juga mencermati realita sosial yang berkembang di tengah masyarakat terkait layanan pernikahan dan pembinaan keluarga.

Menyikapi hal tersebut, Penghulu Ramlan menyampaikan harapan agar materi bimbingan perkawinan ke depan dapat memasukkan unsur budaya dan kearifan lokal.

“Pendekatan berbasis budaya menjadi penting mengingat masyarakat yang dilayani berasal dari latar belakang suku bangsa yang majemuk. Setidaknya materi Bimwin bisa merujuk pada karakter budaya setempat, sehingga lebih mudah diterima dan membumi di tengah masyarakat,” ujar Ramlan.

Di tempat terpisah, Kepala KUA Nanggalo, Welhendri, menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih atas kunjungan tim dosen dari UIN Sunan Ampel Surabaya. Ia berharap, kunjungan tersebut dapat menjadi sarana berbagi pengalaman serta menghadirkan inspirasi dan inovasi baru dalam rangka peningkatan kualitas pelayanan di KUA Nanggalo ke depannya.

Bagikan berita ini: